Trik Berlibur Tanpa Menguras Bonus Tahunan

By | Agustus 23, 2018
Booomm...
Segepok uang langsung mendarat dan tergeletak di rekening..
Ini adalah bonus tahunan dari tempat bekerja..
Pikiran langsung sibuk bergerilya menjelajah tempat mana yang disasar untuk menuntaskan keinginan yang belum tercapai.

  • Beli tas baru
  • Beli pakaian baru
  • Ambil kendaraan baru
  • Atau berlibur..
Semuanya seakan bisa dilakukan dengan guyuran bonus itu..

Apalagi jika memilih berlibur lintas negara, dana yang dihisap bakalan banyak.. Jika bonus tidak cukup, jangan dipaksakan untuk meminjam demi menjejakkan kaki di negara tujuan.

Coba kumpulkan dana setiap bulan
Nah, inilah trik yang bisa dilakukan agar bonus tidak langsung amblas, habis tak bersisa, yang akhirnya malah mendatangkan nestapa..

Ga mau kan?

Coba lakukan ini..
Mengumpulkan sedikit demi sedikit dulu lah..

Gaji disisihkan 10% setiap bulan..

Terus :
  • Tetapkan liburan misalnya setahun dari awal pengumpulan dana.
  • Tujuannya mau kemana
  • Pilih destinasi yang cukup dengan uang terkumpul
  • Jika mau ke luar negeri, cek biaya hidup disana

Cara ini membuat keuangan lebih enteng, kita tidak perlu menguras bonus demi menuntaskan hasrat jalan-jalan.

Mengapa?

Karena sudah mempunyai uang tersendiri untuk mengcover biaya hidup selama berkelana di daerah tujuan. Liburanpun tidak menghadirkan beban.

YES!!

Beban timbul biasanya setelah liburan, "Aduh, bonus dan tabunganku habis lagi"
Pernah mengalaminya?
Keluhan itu bahkan diperkuat lagi dengan penyesalan, mengapa harus berlibur jika sudah tahu tabungan akan habis.

Ga enak dong, maunya senang-senang malah menghadirkan penyesalan..

Inilah manfaat menabung setiap bulan, setelah setahun kita memiliki dana cukup tanpa merecoki tabungan ataupun bonus yang ada di rekening. Walaupun habis banyak, hati tetap senang mengingat rekening tetap gemuk.

Lakukan penghematan

Jika sudah punya tujuan berlibur, mulailah melakukan pengecekan terhadap biaya hidup bulanan. Adakah pengeluaran berlebih?

Jika ada, pangkas..
Misalnya :

  • Makan direstoran
  • Menonton di bioskop
  • Beli baju baru
  • Mengurangi nongkrong
  • Dan lainnya
Jika makan masih bisa dilakukan di tempat terjakau, mengapa harus melampiaskannya di tempat mahal?

Banyak kan yang bisa dihemat?

Hal-hal seperti inilah yang bisa dipangkas dan uang hasil penghematan dimasukkan ke dana liburan setiap bulan.

Nambah lagi kan?

Semakin banyak dana liburan, pastinya membuat hati semakin tenang, karena tidak takut beli ini dan itu.

Beli baju baru juga sama, jika yang lama masih awet, mengapa harus diganti?
Kasihan uangnya..

Menonton dibioskop atau nongkrong jangan sering-sering, mengingat rentetan biayanya banyak menguras kantong. Beli makanan, minuman, transport dan lainnya.

Semakin banyak keperluan berlebih yang sanggup dihemat, semakin banyak dana tabungan yang diparkir.

Bukan tidak mungkin jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh akan terwujud.

Melancong ke luar negeri..

Dana yang dihisap pastinya banyak, mengingat banyak keperluan yang mesti diurus.
  • Pasport dan visa
  • Pakaian, seperti jaket tebal di negara dingin
Atau, jika sabar, menyimpanlah lebih lama.. Sehingga bisa mengumpulkan uang dalam jumlah yang lebih gemuk lagi..

Jika untuk liburan dalam negeri butuh waktu setahun, untuk ke luar negeri cobalah gandakan menjadi dua tahun.

Lama ya?
Memang..

Tapi uang yang dihasilkan jauh lebih banyak dan membuat kita puas jalan-jalan disana tanpa mengundang rasa khawatir, seperti ketakutan menghisap dana tabungan..

Itu tidak akan terjadi jika dana liburan sudah banyak, sehingga enak mau melakukan banyak hal.
Jadi jangan ragu untuk menyimpan uang lebih lama, mengingat dana yang dikumpulkan lebih banyak dan membuat acara jalan-jalan menjadi lebih menyenangkan dan meninggalkan kesan mendalam.

Baca juga :
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *