TRIK DAN CARA MENGHITUNG SUBNETING IP PADA JARINGAN KOMPUTER

By | Desember 9, 2017

Table of Contents

 

CARA MENGHITUNG SUBNETING IP 

 

Cara Menghitung Subnetting IP Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:


1. Subnet Mask     Nilai CIDR

255.128.0.0     /9
255.192.0.0     /10
255.224.0.0     /11
255.240.0.0     /12
255.248.0.0     /13
255.252.0.0     /14
255.254.0.0     /15
255.255.0.0     /16
255.255.128.0     /17
255.255.192.0     /18
255.255.224.0     /19
   
2. Subnet Mask     Nilai CIDR
255.255.240.0     /20
255.255.248.0     /21
255.255.252.0     /22
255.255.254.0     /23
255.255.255.0     /24
255.255.255.128     /25
255.255.255.192     /26
255.255.255.224     /27
255.255.255.240     /28
255.255.255.248     /29
255.255.255.252     /30

    • SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

    sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
    Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
    Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

    Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
     Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

    baca juga APA ITU MAC ADDRESS (MEDIA ACCESS CONTROL ADDRESS

        Subnet
               
        192.168.1.0

        192.168.1.64

        192.168.1.128

        192.168.1.192     

        Host Pertama
               
            192.168.1.1
               
            192.168.1.65
               
            192.168.1.129
               
            192.168.1.193 

         Host Terakhir
               
            192.168.1.62
               
            192.168.1.126
               
            192.168.1.190
               
            192.168.1.254 

        Broadcast
               
            192.168.1.63
               
            192.168.1.127
               
            192.168.1.191
               
            192.168.1.255

        Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

        1. Subnet Mask     Nilai CIDR

        255.255.255.128     /25
        255.255.255.192     /26
        255.255.255.224     /27
        255.255.255.240     /28
        255.255.255.248     /29
        255.255.255.252     /30

        • SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

        Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address cla
        ss B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

        1. Subnet Mask     Nilai CIDR

        255.255.128.0     /17
        255.255.192.0     /18
        255.255.224.0     /19
        255.255.240.0     /20
        255.255.248.0     /21
        255.255.252.0     /22
        255.255.254.0     /23
        255.255.255.0     /24
           

        2. Subnet Mask     Nilai CIDR

        255.255.255.128     /25
        255.255.255.192     /26
        255.255.255.224     /27
        255.255.255.240     /28
        255.255.255.248     /29
        255.255.255.252     /30
        Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
        Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
        Penghitungan:

            Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
            Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
            Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
            Alamat host dan broadcast yang valid?

        Subnet
               
            172.16.0.0
               
            172.16.64.0
               
            172.16.128.0
               
            172.16.192.0
         Host Pertama
               
            172.16.0.1
               
            172.16.64.1
               
            172.16.128.1
               
            172.16.192.1
         Host Terakhir
               
            172.16.63.254
               
            172.16.127.254
               
            172.16.191.254
               
            172.16.255.254 

        Broadcast
               
            172.16.63.255
               
            172.16.127.255
               
            172.16.191.255
               
            172.16..255.255

        Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
        Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
        Penghitungan:

            Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
            Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
            Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
            Alamat host dan broadcast yang valid?

        Subnet
         172.16.0.0     172.16.0.128     172.16.1.0     …     172.16.255.128
        Host Pertama     172.16.0.1     172.16.0.129     172.16.1.1     …     172.16.255.129
        Host Terakhir     172.16.0.126     172.16.0.254     172.16.1.126     …     172.16.255.254
        Broadcast     172.16.0.127     172.16.0.255     172.16.1.127     …     172.16.255.255
        Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

        • SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

        Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
        Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
        Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
        Penghitungan:

            Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
            Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
            Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
            Alamat host dan broadcast yang valid?

        Subnet
            10.0.0.0     10.1.0.0     …     10.254.0.0     10.255.0.0
        Host Pertama     10.0.0.1     10.1.0.1     …     10.254.0.1     10.255.0.1
        Host Terakhir     10.0.255.254     10.1.255.254     …     10.254.255.254     10.255.255.254
        Broadcast     10.0.255.255     10.1.255.255     …     10.254.255.255     10.255.255.255
        Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 😉
        Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitunga
        n Jumlah Subnet = 2x – 2
        Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.

        Berikut soal latihan, tentukan :
        a) Alamat Subnet Mask,
        b) Alamat Subnet,
        c) Alamat Broadcast,
        d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
        e) serta Alamat Subnet ke-3
        dari alamat sebagai berikut:
        1. 198.53.67.0/30
        2. 202.151.37.0/26
        3. 191.22.24.0/22
        Saya coba berhitung-hitung seperti demikian
        1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
        Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
        Menghitung Subnet:
        Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
        Jumlah Host per Subnet: 22 – 2 = 2 host
        Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
        jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
        Host dan broadcast yang valid:

        Maka dari perhitungan diperoleh:

            Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
            Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
            Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
            Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
            Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8

        2.202.151.37.0/26 -> IP class C
        Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
        Menghitung Subnet:
        Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
        Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
        Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
        Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
        Host dan broadcast yang valid:
        Maka dari perhitungan diperoleh:

            Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
            Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
            Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
            Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
            Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128

        3.191.22.24.0/22 –> IP class B
        Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
        Menghitung Subnet:
        Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
        Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
        Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
        Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…
        Alamat host yang valid:

            Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
            Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
            Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
            Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
            Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8

        Mohon kalo’ ada yang salah, silahkan dikoreksi

        loading...
        Category: IT

        Tinggalkan Balasan

        Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *