Tutorial Instalasi Linux Debian 7 (Wheezy) berbasis CLI

By | November 6, 2016
Pada postingan saya kali ini, saya akan membuat langkah-langkah dalam instalasi Debian 7 berbasis CLI atau text yang nanti digunakan sebagai router atau server. Linux Debian sendiri lebih banyak digunakan dalam keperluan server, seperti DNS Server, Proxy Server, Web Server, dan lain sebagainya.
Berikut langkah demi langkah dalam menginstal Debian 7 (Wheezy).

PERSIAPAN 

Sebelum kita menginstall hal pertama yang harus di persiapkan adalah installer debian 7 itu sendiri. Di sini saya menggunakan versi ISO standard. Silahkan sesuaikan dengan server yang akan digunakan 32-bit atau 64-bit. Jika server anda support 64-bit, disarankan menggunakan versi yang 64-bit.
ISO Debian 7 dapat anda download di bawah ini
Setelah selesai mengunduh, silahkan burning ke DVD atau buat USB instaler menggunakan Rufus atau aplikasi pembuat USB instaler lainnya jika ingin menginstall menggunakan USB.

INSTALASI

Langkah pertama, atur BIOS agar booting melalui DVD atau USB , sesuai dengan media yang akan kalian gunakan.

Mengatur Booting dengan Media Instalasi

 Kemudian Save and Exit. Komputer akan merestart, masuk ke tahap selanjutnya

 

Setelah restart akan tampil pilihan instalasinya seperti gambar di atas, kita pilih Install karena menggunakan CLI. kemudian Enter.

Setelah itu pilih bahasa yang akan digunakan. Disini saya memilih English. Tekan Enter

Selanjutnya pilih negara lokasi kita instal Debian 7, ini untuk memudahkan pengaturan waktu (jam, hari dan tanggal) serta agar pada saat setting repositori, kita bisa memilih lokasi terdekat. Karena kita di Indonesia, otomatis kita akan memilih Indonesia. Karena Indonesia tidak ada di list, kita pilih “Other”, kemudian pilih “Asia”, dan pilih “Indonesia”.


 Pada settingan Locales, kita pilih United States.


Untuk pengaturan keymap keyboard, kita pilih “American Keyboard”.

Selanjutnya masuk ke pengaturan jaringan. Karena di sini saya menggunakan 2 kartu jaringan Lan maka akan tampil pilihan seperti ini Eth0 dan Eth1. kemudian kita pilih saja eth0 karena eth0 di sini yang akan di sambungkan ke router internet nantinya.
Eth1 akan saya gunakan untuk membuat jaringan baru yang akan saya gunakan untuk client.

Namun jika anda menginstal Debian 7 ini hanya untuk kebutuhan biasa atau pribadi saja maka tidak perlu mengatur eth1 nya.

 Di sini kita pilih saja Configure network manually, untuk mengatur jaringan secara manual.

Setelah itu masuk ke pengaturan IP ad
dress. Di sini saya menggunakan IP 192.168.200.10 , karena IP yang terhubung ke Internet/Modem speedy menggunakan IP 192.168.200.1 dan itu akan menjadi IP Gateway nantinya.

 Netmask dengan kelas C , 255.255.255.0


 Masukan IP gateway modem 192.168.200.1

Mengatur DNS , di sini saya menggunakan DNS Server dan DNS Google , yaitu 192.168.200.1 dan 8.8.8.8


Kemudian mengatur Hostname. Di sini saya membuat dengan nama ServerSMK.


Masuk ke pengaturan Domain name. di sini saya mengosongkannya karena akan saya atur nanti pada saat instalasi selesai.


Selanjutnya silahkan masukkan password untuk root (administrator). Gunakan password yang kuat dan tidak mudah ditebak. Anda bisa menggunakan kombinasi huruf, angka, huruf besar atau kecil, dan karakter khusus.



Selanjutnya adalah membuat user biasa, agar pada saat kita bekerja di mesin ini, tidak selalu login sebagai root (administrator). Root hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja, semisal instal software, melakukan konfigurasi, dll. Dengan bekerja sebagai user biasa, mesin Debian 7 kita akan lebih aman dari hal-hal yang tidak diinginkan. Masukkan nama lengkap user yang akan memakai mesin Debian 7 ini.


 Kemudian masukkan username yang diinginkan untuk user baru.

Dan masukkan password untuk user baru ini.

 Selanjutnya mengatur zona waktu, di sini saya memilih Jakarta.

Langkah selanjutnya adalah membuat partisi pada hardisk. Pada pilihan “Partitioning method”, pilih “Guided – Use entire disk”. Pada pilihan ini disk akan diformat, seluruh isi disk akan dihapus, dan secara otomatis akan dibuatkan partisi.
Anda bisa memilih “Guided – Use entire disk and set up LVM” jika ingin menggunakan Logical Volume Manager (LVM) agar nantinya bi
sa di resize partisinya. Atau “Guided – Use entire disk and set up encrypted LVM” jika ingin menggunakan partisi LVM yang di enkripsi untuk menambah keamanan data. Atau jika anda pengguna tingkat lanjut, bisa memilih “Manual” agar bisa mengatur partisi sesuai keinginan.

 Pada pilihan skema partisi, silahkan pilih “All files in one partition”. Jika anda ingin memisahkan folder /home pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home partition”. Atau jika anda ingin menambah keamanan sistem, bisa memisahkan folder /home, /usr, /var dan /tmp pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home, /usr, /var and /tmp partitions”.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.

Review skema partisi yang anda pilih sebelumnya. Jika sudah oke, pilih “Finish partitioning and write changes to disk”. Jika perlu merubah, pilih “Undo changes to partitions” dan pilih kembali skema partisi yang diinginkan.

 Konfirmasi skema partisi dengan pilih Yes dan enter. Ingat, pada langkah ini tidak bisa dibatalkan.

 Selanjutnya kita melakukan konfigurasi package manager, jika ada DVD 2 Debian 7 ini, masukkan DVD ke dalam DVD-Rom dan pilih yes.

Konfigurasi network mirror saya pilih No, karena menginstall dalam mode offline.

Setelah itu akan masuk pada tampilan seperti di atas, kita pilih No.

Masuk ke menu software selection. Karena Debian ini saya gunakan dengan mode CLI maka kita hilangkan tanda bintang pada Pilihan Graphical desktop environment. Dan kalian bisa pilih aplikasi yang akan di instal seperti DNS Server, Web Server, Mail Server dan sebagainya sesuai kebutuhan anda.
Setelah selesai tekan Tab, dan Enter.

Pada pilihan instalasi GRUB Loader, pilih “Yes”.

Proses instalasi Linux Debian 7 (Wheezy) selesai. Pilih “Continue” untuk merestart Komputer Debian 7 ini. Jangan lupa untuk mengeluarkan DVD/mencabut USB installer, agar bisa booting via hardisk.
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *